Belajar Berdua
Mengalami perjalanan sejarah memang tidak mudah, penuh tantangan, hambatan, dan ujian. Adakalanya bertemu kerikil, kadang batu tajam, dan pasir lembut. Bukan dihindari, untuk memilih keramik yang halus, aspal yang bersih, atau paving blok yang kering. Namun dihadapi dengan segala kemungkinan: kasar, halus, kering, basah, panas, sejuk, dingin, hangat, luas, berbatas, bebas, sendiri, berdua, bersama. Afalaa ta’qiluun.
Proses, Allah swt. sangat menghargai proses. Lihat al Mu’minuun 12-14
12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
Proses kejadian manusia dari saripati tanah hingga menjadi fisik yang paling baik di antara makhluk-makhluk lainnya, bahkan tidak hanya fisik tetapi juga jiwa yang paling baik (baca: karena mampu membedakan hal baik dan hal buruk).
Dilanjutkan pada ayat 15-16
15. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
16. Kemudian, Sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
Menjelaskan proses manusia kelak setelah kembali kepada Khalik. Bahkan sampai akhirat pun masih berproses. Maka nikmat manakah yang akan engkau dustakan?
Sekalipun proses tersebut asam, manis, pahit, asin, atau tawar, semuanya wajib disyukuri.
Belajar berdua, bukan mengubahmu menjadi aku, atau mengubah aku menjadi kamu. Akan tetapi mengubah aku dan kamu menjadi KITA. Ajari belajar berdua… .^_^
Add a comment November 16, 2011
Cari…cari…cari! Kegunaan air hujan, amankah air hujan diminum, kandungan air hujan…. gara-gara semalam berdiskusi (eyel-eyelan) soal air hujan.
Tidak membayangkan suatu saat akan minum air hujan, apalagi mandi air hujan.
^_^
Add a comment November 15, 2011
Air Hujan
BAK PENAMPUNGAN AIR BAMBU SEMEN (KAPASITAS 2.500 LITER)
sumber: www.iptek.net.id
1. PENDAHULUAN
Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu-ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan
perabotan rumah tangga.
Untuk daerah pedesaan yang kering di musim kemarau pada waktu hujan hanya sedikit dan persediaan air dalam tanah menurun, akan sulit sekali untuk mendapatkan air yang bersih. Pada musin kemarau sumur menjadi kering, aliran sungai besar berubah menjadi kecil dengan air yang keruh, mengakibatkan timbulnya penyakit yang menuntut banyak korban. Di samping itu pada musim kemarau banyak waktu dan tenaga terbuang untuk mengambil air bersih, karena sumber air biasanya terletak jauh dari tempat tinggal.
Masalah kebutuhan air bersih dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan sumber air dan air hujan. Menampung air hujan dari atap rumah adalah cara lain untuk memperoleh air. Cara yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan.
Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :
1. Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter)
2. Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter)
3. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter)
4. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter)
5. Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional
6. Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup
7. Bak penampungan sumber air/mata air
Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. Bahan ini digunakan karena : relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.
2. URAIAN SINGKAT
Bambu selain dipakai untuk bahan bangunan dapat juga dipakai sebagai bak penampung air dengan istilah Bambu Semen. Konstruksi tulangnya dibuat dari bambu serta dilapisi oleh adukan mortar semen dan pasir.
3. BAHAN DAN PERALATAN
1. 9 (sembilan) sak semen.
2. 1m 3 pasir.
3. 0,2 m 3 kerikil.
4. 12 (duabelas) batang bambu.
5. 1 (satu) buah stop kran.
6. 1 (satu) buah Elbog.
7. 1 (satu) buah Pipa pengambilan.
8. 1 (satu) buah Pipa pengurasan.
9. 1 (satu) buah Pipa peluap.
10. 1 (satu) buah Botol plastik.
11. Pipa pengukur, lot, kerekan, snar.
12. Saringan kasa nyamuk 100 cm 2.
13. Ijuk penyaring ½ kg.
14. Gedeg (anyaman bambu).
15. Papan.
16. Ember.
17. Tali.
18. Sarung tangan.
4. PEMBUATAN
1. Kerangka
Sebelum mulai dengan pemasangan kerangka tulangan, potongan bambu dibelah menjadi bagian-bagian selebar 1-1,5 cm dan dibuat anyaman berlubang mata jala 3,5 – 4 cm.
Pembuatan kerangka dibedakan atas 3 bagian :
1. Tulangan dinding :
* tulangan tegak
* tulangan mendatar
2. Tulangan dasar :
* tulangan membujur
* tulangan melintang
3. Tulangan tutup :
Sama dengan tulangan dasar ukuran dari masing-masing tulangan seperti terlihat pada Gambar 1, 2, 3, dan 4.

Gambar 1. Rangka Anyaman Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter

Gambar 2. Rangka Pondasi Anyaman Bambu Kapasitas 2.500 liter

Gambar 3. Rangka tutup tangki bambu semen kapasitas 2.500 dan 10.000 liter

Gambar 4. Potongan Tangki Bambu Semen Kapasitas 2.500 liter
2. Perakitan
Untuk membuat kerangka dengan bentuk silindris yang bagus, buat dulu garisan berbentuk lingkaran di tanah. Kemudian letakkan kerangka dasar di atas lingkaran tadi. Kerangka dinding ditumpangkan di atas kerangka dasar dengan membentuk lingkaran seperti yang terlihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Perakitan Kerangka Silindris
3. Plasteran
1. Sebelum plasteran dimulai, buat pondasi dengan ukuran seperti Gambar 6 dan 7.

Gambar 6. Pondasi tangki bambu semen kapasitas 2.500 Liter

Gambar 7. Plesteran Pondasi
2. Kerangka yang sudah jadi diselimuti dengan anyaman bambu (gedeg) sebelah luarnya diberi penguat dengan beberapa bilah papan (Gambar
8).

Gambar 8. Kerangka Anyaman Bambu
3. Kerangka yang terbungkus rapi diletakkan di atas plasteran dasar tangki (Gambar 9). Kemudian plesteran pertama dilakukan dari sebelah dalam kerangka setelah ditunggu selama 2 jam supaya agak kerinng, barulah bungkus gedeg dibuka dibiarkan terbuka selama 1 jam, baru pekerjaan plaster dinding bagian luar bisa dimulai (Gambar 10 dan 11).

Gambar 9. Kerangka di atas Plesteran

Gambar 10. Plesteran Dinding Luar

Gambar 11. Plesteran Dinding Luar
5. PENGGUNAAN
Pengambilan air dilakukan melalui kran.
6. PEMELIHARAAN
1. Talang harus selalu bersih dari sampah dan kotoran tikus atau burung, tidak bocor, serta berfungsi baik untuk mengalirkan air ke bak penampungan air hujan.
2. Bersihkan saringan atau lobang tempat masuk air dari sampah atau kotoran.
3. Periksalah keadaan dinding dan pondasi bak, apakah terdapat kebocoran yang dapat menyebabkan air merembes ke luar. Amati apakah terdapat jentik nyamuk di dalam bak. Jika ada jentik nyamuk, bak dikuras (upayakan pengurasan pada musim hujan) dan tutup lobang tempat masuknya nyamuk.
4. Pada dasar bak harus ada air yang tertinggal, agar bak tidak pecah atau retak.
5. Saluran pembuangan air limbah berfungsi baik, tidak terdapat genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
7. PERBAIKAN
1. Perbaiki segera dinding lantai yang retak atau bocor dengan campuran semen dan pasir 1:2. Selama perbaikan usahakan agar dinding bak tetap dalam keadaan basah dengan memercikkan air pada dinding agar bak tidak retak atau pecah.
2. Ganti pipa atau kran yang rusak atau bocor.
3. Ganti atau tambal talang air yang rusak atau bocor.
4. Buatkan saluran baru atau perbaiki saluran lama, jika saluran pembuangan air limbah tidak berfungsi dengan baik.
8. KEUNTUNGAN
1. Persediaan air dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cukup lama.
2. Pemeliharaan mudah.
3. Bisa dimanfaatkan untuk beberapa keluarga.
9. DAFTAR PUSTAKA
1. Rolloos, Hans. Tangki air hujan bambu semen. Bandung : Institut Teknologi Bandung.
2. Bak penampungan air bambu semen. Yogyakarta : Yayasan Dian Desa.
10. INFORMASI LEBIH LANJUT
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan – LIPI; Jl. Cisitu Sangkuriang No. 1 – Bandung 40134 – INDONESIA; Tel.+62 22 250 3052, 250 4826, 250 4832, 250 4833; Fax. +62 22 250 3050
2. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI; Sasana Widya Sarwono, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12710, INDONESIA.
Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.
Add a comment November 15, 2011
OSIS
Jam pembelajaran dilipat menjadi 35 menit saja.
Moment Penyampaian Visi Misi Kandidat Ketua OSIS.
Kandidat berjumlah 8 siswa, terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan.
K3ren semua orasinya, jadi bingung besok (Sabtu) mau memilih yang mana.
Remaja-remaja itu berpidato layaknya calon legislatif saja.^_^
Jadi inget dengan kisahku dulu di MAN. Kelas 1 berorasi dengan 3 orang pesaing laki-laki semua. Hasilnya…suaraku menempati ranking 4, hahaha.
Semua itu sangat bermanfaat bagi kehidupan remaja-remaja itu di masa depan.
Pengalaman adalah Guru Terbaik.
Add a comment November 11, 2011
Ada yang tanya, gravitasi tidak bertanggungjawab terhadap orang yang jatuh cinta, apa artinya?
Hmmm, gampang kok menjawabnya.
Gaya Grafitasi itu punya aturan baku, bisa dihitung, sedangkan jatuh cinta ga ada aturannya, ga bisa dihitung dengan rasio. Orang mudah saja jatuh cinta kepada orang lain, tanpa mempertimbangkan kecantikan, jabatan, harta, pekerjaan. Ya kan..^_^
Add a comment November 10, 2011
Alhamdulillah…Waktu
TP lalu 2010/2011…
Saya kewalahan di saat-saat seperti ini (musim Mid semester, UAS). Dua sekolah = 21 kelas = 28 JP = 3 mata pelajaran.
Satu sekolah telah selesai di saat deadline, sekolah lain terlambat BANGET. Kadang dua-duanya telat bersamaan. Saya belum dapat membagi waktu. Rasanya 24 jam kurang.
Kini…
TP 2011/2012 saya memutuskan untuk memilih satu sekolah = 12 kelas = 26 JP = 3 mata pelajaran.
ALHAMDULILLAH saya dapat menyelesaikan dengan lancar dan santai. KAsihan deh lihat teman-teman yang ditegur kepala karena belum rampung. Sebenarnya BUKAN TERLLU SIBUK, tetapi TERLALU MENUNDA.
Ada guru yang hanya sedikit JP satu mapel, tetapi udah deadline belum rampung juga..malas dia….
Mudah-mudahan saya selalu semangat!!! ^_^
Alhamdulillah

Add a comment November 10, 2011
Ahsani Taqwim
jam kerja dimulai…
07.00 Upacara memperingati Hari PAhlawan.
07.45 Jam mengajar XII IPA 2
Sambil memakai media Ms Power point, saya duduk di kursi, memandangi slide.
Ada sedikit ruang kosong di samping slide yang membuatku bercermin, wah, ternyata wajah saya seusia mereka yang ada di depan saya (hihihi).
Hal itu pernah diungkapkan oleh beberapa teman kantor, Bu/Pak Y, K, N, Yt. Alhamdulillah, Allah swt menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk
Tak dapat saya pungkiri, hal yang membuat wanita ketakutan adalah usia, mengapakah saya menjadi salah satu dari mereka?! Ah! Namun alhamdulillah, wajah yang tak terpoles eyes shadow dan bibir yang tak sedikitpun lipstik, membuat saya terlihat muda. hehehe.
Perawatan yang saya lakukan hanya membersihkan muka secara rutin, seminggu sekali masker dan lulur badan, semata implementasi syukur kepada Allah swt.
Thank u Allah (At Tiin: 5)
Add a comment November 10, 2011
kemarahan
Hanya dapat saya pendam kemarahan ini. Saat beberapa menit yang lalu, seorang guru English mencoba berbicara berbahasa Arab kepada guru lain yang sama sekali tak bisa. Namun bahasa Arab itu homofon dengan bahasa Jawa yang maknanya dalam bahasa Jawa berkonotasi negatif (baca: saru). Dia juga mencari-cari kata lain yang serupa nilainya.
Saya sangat marah karena dia MENJIJIKKAN. Akan tetapi DEMIKIANLAH KEHIDUPAN. Tidak semua yang saya harapkan terwujud dalam fakta. IDEALITA vs REALITA.
Semoga Allah swt. memberi keadilan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya kepada yang Dia kehendaki pula. Ujung-ujungnya : YA SUDAHLAH
Innallaha ya’lamu maa laa a’lamu.
Add a comment November 9, 2011
2-10 Desember UAS Gasal TP 2011/2012
17 Desember 2011 Pembagian Raport
19-31 Desember 2011 libur semester
2 Januari 2012 masuk semester genap
Begitulah kalender akademik berbicara…
^_^

Add a comment November 9, 2011
Ta’ziyah
Ta’ziyah ehimologinya adalah bahasa Arab ‘Azza artinya menghimbau untuk bersabar.
Yah..wujud solidaritas sosial antar ummat muslim.
Wah, ternyata keren juga Allah swt mengatur tentang Ta’ziyah… .
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)
Allah swt. memberi motivasi eksternal kepada manusia bahwa siapa yang menyalati jenazah maka baginya pahala satu gunung, subhanallah, pahala kok segunung, banyakknyaaaa… Apalagi sampai mengantar ke makam, dua gunung.
Lalu, siapa coba yang mau menyiakan pahala sebesar itu. Namun ternyata banyak juga yang menyiakannya. Tadi saya ta’ziyah ke mertua teman kantor, jenazah masih ada tetapi banyak yang ga menyalati.. wah rugiiiii.
Ya Allah, mudahkanlah hidup dan mati kami. aamiiiin
Add a comment November 8, 2011
